Merupakan praktik common untuk menyebut termokopel dan detektor suhu resistansi (RTD) sebagai sensor suhu, tetapi pada kenyataannya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Halaman ini terutama membahas jenis kabel termokopel, bukan RTD. Jika hal ini menyebabkan kesalahpahaman, kami mohon maaf.
Termokopel banyak digunakan karena rentang pengukurannya yang luas dan keserbagunaannya. Lebih penting lagi, harganya relatif murah (untuk jenis yang tidak mengandung logam mulia), menjadikannya salah satu instrumen pengukuran suhu yang paling populer. Saat ini, termokopel tersedia dalam berbagai jenis kabel. Karena setiap jenis menghasilkan sinyal output yang berbeda, penting untuk mempertimbangkan jenis termokopel yang digunakan peralatan asli selama pemasangan. Saat mendesain peralatan, bagaimana cara memilih jenis yang sesuai? Berikut ini adalah summary dari berbagai jenis kabel termokopel untuk referensi Anda.
1. Tipe K (Tipe K, Paduan Nikel-Kromium/Nikel-Aluminium)
Tipe K adalah tipe termokopel yang paling banyak digunakan karena biayanya yang murah dan rentang pengukuran yang luas (dari -200°C hingga +1000°C). Tipe ini memiliki sensitivitas sekitar 41 μV/°C, sehingga mudah dideteksi, dan tidak membebani sistem secara berlebihan pada suhu tinggi. Secara umum, kecuali ada persyaratan khusus, Tipe K adalah pilihan yang lebih disukai.

2. Tipe E (Tipe E, Paduan Nikel-Kromium / Tembaga-Nikel)
Tipe E memiliki output yang relatif tinggi (68 μV/°C), sehingga cocok untuk pengukuran suhu rendah. Tipe ini dapat mengukur suhu yang mendekati nol absolut, dan biasanya digunakan pada kisaran -200°C hingga 900°C. Selain itu, karena kedua terminal bersifat non-magnetik, magnet tidak dapat digunakan untuk membedakan kutub positif dan negatif.

3. Tipe J (Tipe J, Paduan Besi / Tembaga-Nikel)
Tipe J adalah tipe termokopel yang lebih awal dan sekarang lebih jarang digunakan. Tipe ini terutama ditemukan pada peralatan lama yang tidak dapat menerima sinyal termokopel lain. Karena rentang pengukurannya yang terbatas (-40 hingga +750 ° C), sebagian besar telah digantikan oleh Tipe K. Sensitivitasnya sekitar 52 μV/°C. Tipe J tidak boleh digunakan di atas 760°C, karena sifat magnetiknya dapat berubah secara tiba-tiba, yang menyebabkan hilangnya akurasi secara permanen.

4. Tipe N (Tipe N, Nikel-Kromium-Silikon / Paduan Nikel-Silikon)
Tipe N menawarkan stabilitas tinggi dan ketahanan oksidasi yang istimewa pada suhu tinggi, sehingga cocok untuk aplikasi suhu tinggi. Sensitivitasnya kira-kira 39 μV/°C, dan dapat dianggap sebagai versi yang ditingkatkan dari Tipe K. Seperti Tipe K, tipe ini tidak mengandung logam mulia, yang telah berkontribusi pada popularitasnya yang semakin meningkat. Rentang pengukuran dari -200 ° C hingga +1200 ° C.

5. Tipe T (Tipe T, Paduan Tembaga / Tembaga-Nikel)
Tipe T paling sesuai untuk pengukuran suhu rendah, dengan sensitivitas sekitar 43 μV/°C. Tipe ini menawarkan sensitivitas tinggi, respons suhu yang nyaris linier, pengulangan yang baik, stabilitas jangka panjang yang sangat baik, dan biaya rendah. Namun, kaki positif tembaga memiliki ketahanan oksidasi yang buruk pada suhu tinggi, yang membatasi suhu operasi maksimumnya. Setelah melebihi 400 ° C, kaki positif rentan terhadap oksidasi dan kerusakan. Rentang pengukuran adalah dari -250 ° C hingga +350 ° C.

6. Tipe B, R, S (Termokopel Logam Mulia, Paduan Platinum / Platinum-Rhodium)
Ketiga tipe ini sangat mirip dan semuanya cocok untuk pengukuran suhu tinggi dengan stabilitas yang sangat baik. Namun, karena biayanya yang tinggi, mereka tidak digunakan secara bersamaan. Tipe S menawarkan stabilitas, kecepatan respons, dan sensitivitas tertinggi di antara ketiganya, dan sering digunakan sebagai termokopel referensi untuk kalibrasi. Dapat digunakan terus menerus hingga 1300°C dan hingga 1600°C untuk waktu yang singkat. Tipe B relatif lebih tahan lama, tetapi karena karakteristik suhu-tegangannya, tipe ini lebih jarang digunakan. Tipe R mirip dengan Tipe S dan dapat digunakan untuk mengukur suhu yang lebih tinggi. Namun, harganya lebih mahal dan memerlukan perlindungan tambahan seperti tabung pelindung, sehingga juga tidak digunakan secara luas.

7. Tabel Perbandingan Sinyal Keluaran Termokopel
Untuk membantu Anda membandingkan perbedaan sinyal output di antara berbagai jenis termokopel, kami telah menyusunnya dalam tabel di sebelah kanan.





