Pengukur vakum digunakan untuk mengukur level vakum di dalam sistem. Secara umum, tekanan atmosfer diambil sebagai titik nol referensi, jadi di bawah tekanan atmosfer standar di permukaan laut, pembacaan maksimum pengukur vakum adalah sekitar -760 mmHg (atau -76 cmHg), yang menunjukkan kondisi vakum yang nyaris sempurna. Namun demikian, dalam penggunaan yang sesungguhnya, banyak orang mendapati bahwa pengukur vakum sering kali tidak dapat mencapai -760 mmHg. Hal ini tidak selalu berarti bahwa pengukurnya rusak. Dalam banyak kasus, hal ini mungkin terkait dengan kondisi peralatan, instalasi, atau bahkan lingkungan sekitar. Di bawah ini adalah beberapa alasan yang paling banyak terjadi.
1. Pengukur Vakum Itu Sendiri Rusak
Pengukur vakum adalah instrumen yang relatif sensitif dan tidak tahan terhadap benturan. Jika terbentur atau terjatuh selama pengangkutan, pemasangan, atau penggunaan, masalah seperti kegagalan untuk kembali ke angka nol, pembacaan yang tidak akurat, atau deviasi pengukuran dapat terjadi. Untuk alasan ini, setiap pengukur vakum harus diperiksa sebelum pengiriman untuk memastikan bahwa pengukur tersebut berfungsi dengan baik. Pengukur ini juga harus dilindungi dengan hati-hati selama pengangkutan dan pemasangan untuk menghindari kerusakan akibat benturan. Jika pengukur itu sendiri telah rusak, pengukur mungkin gagal menampilkan pembacaan yang benar meskipun tingkat vakum sistem normal.
2. Pipa atau Perlengkapan Tidak Disegel dengan Sempurna
Pengukuran vakum sangat dipengaruhi oleh tekanan atmosfer. Jika ada kebocoran yang sangat kecil dalam sistem vakum yang memungkinkan udara masuk ke dalam pipa, sistem tidak akan dapat mencapai tingkat vakum yang diinginkan. Oleh karena itu, jika Anda ingin pengukur vakum mendekati pembacaan vakum maksimumnya, Anda harus memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pompa vakum dan perpipaan hingga alat kelengkapan dan pengukur itu sendiri, tersegel sepenuhnya. Bahkan kebocoran kecil pada satu titik sambungan dapat mencegah pengukur mencapai -760 mmHg.
3. Pompa Vakum atau Motor Vakum Memiliki Keterbatasan Kinerja
Beberapa pompa vakum dirancang hanya untuk mencapai kondisi hampir vakum, bukan vakum penuh secara teoritis. Selain itu, jika pompa sudah tua, usang, atau kurang terawat, performa vakumnya dapat menurun seiring waktu. Dengan kata lain, meskipun pengukur berfungsi dengan baik dan tidak ada kebocoran dalam sistem, tingkat vakum mungkin masih kurang dari nilai ideal jika pompa itu sendiri tidak dapat bekerja pada kapasitas penuh.
4. Tekanan di Dalam Casing Pengukur Tidak Seimbang dengan Tekanan Sekitar
Masalah ini tidak selalu mencegah pengukur mencapai -760 mmHg, tetapi dapat menyebabkan pembacaan yang tidak akurat. Jika bagian dalam wadah pengukur disegel dan tidak berventilasi ke lingkungan luar, tekanan wadah internal dapat berbeda dari tekanan atmosfer di sekitarnya, menyebabkan titik nol pengukuran bergeser. Dalam beberapa kasus, jika suhu di dalam wadah pengukur naik dan tidak ada pertukaran udara, tekanan internal dapat menjadi sedikit lebih tinggi daripada tekanan luar, menyebabkan penunjuk tidak kembali ke nol atau menyebabkan kesalahan pengukuran. Dalam situasi ini, solusinya biasanya sederhana: buka sumbat pengisian atau ventilasi sehingga tekanan di dalam wadah dapat menyamakan dengan tekanan sekitar, memungkinkan pengukur mengukur lebih akurat.
5. Pengaruh Tekanan Atmosfer dan Ketinggian
Banyak orang beranggapan bahwa pengukur vakum harus membaca -760 mmHg agar dianggap normal, tetapi ini sebenarnya didasarkan pada tekanan atmosfer standar di permukaan laut. Tekanan atmosfer standar mengacu ke tekanan absolut yang diukur pada permukaan laut, yaitu sekitar 760 mmHg. Namun demikian, karena titik nol pengukur vakum didasarkan pada tekanan atmosfer di sekelilingnya, maka, ini akan berubah, bergantung pada ketinggian lokasi pengukuran. Contohnya, pada ketinggian sekitar 240 meter, tekanan atmosfer setempat mungkin hanya sekitar 740 mmHg. Dalam hal ini, meskipun bagian dalam pipa telah mencapai kondisi vakum nyaris sempurna, pengukur vakum mungkin hanya menunjukkan -740 mmHg, bukan -760 mmHg. Ini berarti bahwa pembacaan pengukur vakum di bawah -760 mmHg tidak selalu merupakan tanda kegagalan peralatan; ini mungkin hanya mencerminkan efek alami dari kondisi atmosfer setempat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pengukur vakum adalah alat ukur sensitif yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, termasuk kondisi pengukur itu sendiri, kinerja penyegelan sistem perpipaan, kemampuan pompa vakum, keseimbangan tekanan di dalam kotak pengukur, dan perubahan tekanan atmosfer yang disebabkan oleh ketinggian. Oleh karena itu, apabila pengukur vakum tidak dapat mencapai -760 mmHg, jangan secara otomatis diasumsikan bahwa pengukur tersebut rusak. Daripada mengganti pengukur berulang kali, lebih baik memeriksa terlebih dahulu kemungkinan penyebab di atas untuk mengidentifikasi masalah yang sebenarnya dan menghindari waktu dan biaya yang tidak perlu.




